LPK Gosfaro Sumedang Bilang Gini di Pelayanan Kesehatan Gratis KILAU
BeritaKilau
Sumedang, 16 Juli 2025 — Pagi itu, Gedung LPK Gosfaro di Jl. Kebon Seureuh, Cipameungpeuk, tampak lebih ramai dari biasanya. Di depan aula, warga dari berbagai usia duduk rapi, menunggu giliran untuk diperiksa. Ada yang datang dengan anak, ada pula para lansia yang ditemani kerabat. Semuanya dengan tujuan sama: memeriksakan kesehatan secara gratis.
Sebanyak 52 warga sekitar menjadi penerima manfaat dalam kegiatan yang menghadirkan layanan pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, ditambah konsultasi dokter, penyuluhan kesehatan, dan pemberian obat gratis.
Di balik layar, kolaborasi besar turut mewujudkan aksi ini: Kilau Indonesia Cabang Sumedang, UPTD Puskesmas Sukagalih, dan Akper UPI Kampus Sumedang, dengan dukungan dari YBM PLN UP 3 Sumedang dan tentu saja, LPK Gosfaro sebagai tuan rumah.
Direktur LPK Gosfaro, Ike Medyawati Setiarini, yang juga seorang apoteker, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kehadiran nyata di tengah masyarakat.
“Kami merasa ini bukan sekadar kegiatan cek kesehatan. Ini ruang bagi warga untuk merasa dilihat dan didengar. Tidak semua dari mereka terbiasa datang ke puskesmas hanya untuk skrining ringan. Tapi ketika tempatnya dekat, dan pelayanannya ramah, mereka datang dengan sukarela,” ujar Ike.
Menurutnya, edukasi kesehatan yang diberikan pun tidak kalah penting. Banyak warga yang baru kali ini tahu bagaimana mengenali tanda-tanda awal diabetes atau memahami kadar kolesterol dalam tubuh.
Kilau Indonesia sendiri telah aktif menghadirkan pelayanan kesehatan gratis di berbagai titik di Jawa Barat. Salah satu layanannya adalah Mini Medical Check-Up yang tak hanya berhenti pada pemeriksaan fisik, tapi juga menyisipkan penyuluhan yang membumi, termasuk tips menjaga pola hidup sehat.
“Kami senang bisa ikut terlibat dan melihat semangat para relawan serta tenaga medis yang hadir. Harapannya, ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih luas lagi,” tambah Ike.
Saat kegiatan usai, satu per satu warga pulang membawa tidak hanya obat di tangan, tapi juga rasa tenang karena tahu tubuhnya masih sehat — atau setidaknya tahu langkah apa yang perlu ditempuh selanjutnya. Bagi tuan rumah dan semua pihak yang terlibat, hari itu menjadi bukti bahwa kolaborasi kecil bisa menghadirkan dampak yang berarti.